Archive for the ‘Motivasi-Renungan’ Category

Mengirim SMS, short message service, memang bukan hal baru bagi
pengguna handphone. Namun, di balik asyiknya ber-SMS, siapa duga, bisa
menimbulkan penyakit fisik dan mental.
SMS adalah salah satu pelayanan teknologi komunikasi canggih yang sudah tidak
asing lagi bagi para pengguna telepon seluler. Dengan SMS, berita singkat dapat
cepat sampai ke tangan penerima berita, dan sebaliknya jawabanpun akan
dengan cepat pula dapat diterima oleh pengirim berita.


Assalamualaikum ya akhi, ya ukhti Waktu demi waktu terus berlalu, masa demi masa terus berjalan tiada henti tanpa ada yang bisa menghalangi tanpa sekehendak-Nya Akankah terbersit di benak kita semua bahwa bumi juga memiliki usia ? Akankah terlintas di pikiran kita semua, ” Siapkah saya menghadapi hari kemudian setelah berlalunya hari akhir di dunia ? […]


Kalau liat foto yang di atas jadi ingat dan tambah kangen nih sama kalian. Kalau bisa saya bilang begini “Melihat kamu tersenyum masih lebih berharga dari seberharganya segelas air di gurun pasir” (cie….) Kalau mau diceritakan semua cerita tentang kita (Gen X,Red), fiuhhh banyak sekali. Kayak katanya Kak Naufal Anasy waktu perpisahan angkatannya,”Jika semua pohon […]


Dari Aren

SENYUMLAH…

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau
warga Indonesia yg bermukim
atau pernah bermukim di sana .
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.


Ada sebuah cerita yang pernah diberikan oleh guru saya waktu masih duduk di bangku SMP. Ceritanya itu berisi sebuah renungan mengenai hubungan “Takdir Tuhan” dengan “Usaha Manusia”.

Kurang lebih ceritanya kayak gini. Alkisah(cie….kayak jadi lampau banget) Tuhan Telah memberi takdir kepada dua orang manusia sebelum mereka dilahirkan. Takdirnya itu adalah keduanya akan menjadi seorang dokter. Tidak bisa diubah pokoknya mereka akan menjadi dokter. Seiring berjalannya wakyu, akhirnya kedua manusia itu dilahirkan. Sama seperti manusia lainnya, mereka pun menjalani kehidupannya sampai tibalah masa mudanya.


Seorang anak yang berdoa bukan untuk menang, tapi kuat dan tegar menghadapi kekalahan.